👀9 Tes Mata untuk Deteksi Gangguan Penglihatan
Gangguan penglihatan kini sangat sering dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Ini karena penggunaan gadget yang terlalu sering atau melakukan kebiasaan lain yang tidak baik untuk mata. Untuk itu, diperlukan tes mata untuk mengetahui apakah ada gangguan pada indra penglihatan. Bagi kamu yang ingin tahu apa saja jenis dari tesnya, berikut adalah ulasannya.Â
-
Tes mata rabun jauh dan dekat
Pertama-tama, artikel bakal membahas dulu mengenai tes mata yang dilakukan untuk rabun jauh dan dekat. Ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan. Contohnya saja seperti di bawah ini.Â
– Tes ketajaman penglihatanÂ
Tahap pertama adalah melakukan tes ketajaman penglihatan atau yang biasa disebut dengan pemeriksaan visus. Caranya adalah melihat objek dari jarak tertentu. Pada umumnya, tes ini dipraktekkan dengan pasien yang melihat huruf dari ukuran besar hingga terkecil yang berada di sebuah kertas besar.Â
Apabila kamu bisa menyebutkan semuanya dari jarak 20 kaki atau kurang lebih 6 meter, maka hasil pemeriksaannya adalah 20/20. Jika hasilnya 20/40, maka kamu bisa melihat normal dari jarak 40 kaki yang artinya kamu kesulitan melihat dari jarak jauh.Â
– RetinoskopiÂ
Selanjutnya adalah pemeriksaan yang disebut dengan retinoskopi. Dokter akan menempatkan sejumlah lensa di sebuah alat yang bernama phoropter. Hasil dari pemeriksaan ini akan menunjukkan berapa jumlah minus yang kamu butuhkan supaya bisa melihat dengan jelas.Â
– Pinhole test Â
Ada juga pinhole test di mana pasien akan diinstruksikan untuk melihat objek yang ada di depan melalui lubang kecil. Hasil pemeriksaan ini dapat memberikan informasi kepada dokter mengenai penyebab pasti gangguan mata yang dirasakan oleh pasien.
-
Tes mata silinder
Untuk mata silinder, ada pemeriksaan lain yang perlu dilakukan. Berikut adalah tahap-tahapnya.Â
– Pemeriksaan ketajaman mata
Untuk tahap pertama, mirip dengan tes yang dilakukan pada rabun jauh dan dekat. Adalah ketajaman mata yang para pasien diinstruksikan untuk melihat deretan huruf dengan berbagai ukuran pada jarak tertentu.Â
– RefraksiÂ
Ada juga pemeriksaan menggunakan metode bernama refraksi. Tahapannya seperti di bawah ini.Â
- Dokter akan menempatkan sejumlah lensa di depan mata pada sebuah alat bernama phoropter.Â
- Kemudian, dokter akan mengukur kemampuan mata dalam memfokuskan cahaya dengan alat lain bernama retinoskop.Â
Dari cara ini, akan terlihat respon mata terhadap cahaya. Dokter akan mencocokkan jenis lensa yang bisa membuat pasien dapat melihat dengan jelas.Â
– KeratometriÂ
Ada juga pemeriksaan lain yang dinamakan keratometri. Tes ini menggunakan alat keratometer yang bisa mengukur lengkungan yang terdapat di belakang kornea mata. Alat ini berfungsi untuk dokter mengetahui lengkungan paling tajam dan datar. Di sini dokter akan mengetahui kinerja kornea dan kemampuannya untuk fokus ke suatu objek.Â
– Topografi korneaÂ
Selanjutnya ada topografi kornea yang merupakan pemeriksaan silinder modern. Dokter akan menginstruksikan pasien untuk fokus melihat ke suatu objek. Selama berusaha fokus melihat, alat tersebut akan mengumpulkan berbagai informasi ukuran dari mata.
-
Tes mata buta warnaÂ
Gangguan penglihatan lainnya ada buta warna parsial dan total. Bedanya, beda warna total ini penderita tidak bisa melihat warna sama sekali, sehingga ia hanya dapat melihat hitam dan putih. Sedangkan buta warna parsial, penderita tidak bisa melihat warna sebagian. Ada yang buta warna merah-hijau atau biru-kuning. Walaupun keduanya berbeda, tapi tes yang dilakukan adalah sama. Contohnya seperti di bawah ini.Â
– Tes anomaloscopeÂ
Pemeriksaan ini menggunakan alat yang mirip dengan mikroskop. Dokter akan menginstruksikan pasien untuk melihat lingkaran yang dibagi menjadi dua warna. Warnanya setengah kuning terang dan setengahnya lagi merah serat hijau. Setelah itu, pasien akan disuruh untuk menekan tombol pada alat sampai seluruh warna dalam lingkaran berubah menjadi sama.Â
– Tes ishiharaÂ
Ada juga tes ishihara yang paling umum dilakukan. Prosedurnya hanya memakai lingkaran yang di dalamnya terdiri dari banyak titik dengan warna dan ukuran berbeda. Di beberapa titik akan membentuk angka tertentu dan pasien harus menyebut angka tersebut. Namun, tes ini hanya bisa mendeteksi buta warna parsial merah dan hijau.Â
– Tes farnsworth-munsellÂ
Untuk tes ini memakai banyak lingkaran dengan berbagai gradasi warna yang sama. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah pasien bisa membedakan perubahan warna yang amat tipis.Â
– Tes warna cambridgeÂ
Selain di atas, ada tes warna cambridge yang hampir mirip dengan pemeriksaan ishihara. Bedanya, pada pemeriksaan ini menggunakan layar komputer. Pasien akan diminta untuk mengidentifikasi huruf C yang warnanya berbeda dengan warna di sekitarnya.Â
Itulah beberapa tes mata untuk mengetahui gangguan penglihatan. Mulai dari rabun jauh sampai dengan buta warna. Semoga artikel ini bisa membantu kamu yang ingin mendeteksi gangguan penglihatan.Â